Islam Mengajarkan Larangan Merusak Hutan

Islam Mengajarkan Larangan Merusak Hutan

Hutan merupakan salah satu karunia terbesar yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat manusia. Allah menciptakan hutan sebagai salah satu kekayaan alam untuk dikelola sebaik-baiknya oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dari segi bahasa, dalam bahasa latin hutan adalah disebut dengan sylva, sylvi atau sylvoSylva, sylvi atau sylvo memiliki arti suatu daerah yang luas berukuran lebih dari 1/4 hektar dan banyak ditumbuhi pohon dan unsur biotik dan nonbiotik yang saling bergantung satu dengan lainnya.

Secara umum, hutan juga dapat diartikan sebagai tempat yang dihuni oleh berbagai macam jenis tumbuhan lebat, seperti semak, rumput, jamur, tumbuhan jenis paku-pakuan, pohon-pohon serta tumbuhan lainnya di suatu wilayah yang sangat luas.

Indonesia kaya keanekaragaman hutannya, berikut beberapa jenis-jenis hutan yang tersebar di Indonesia.

Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan kawasan hutan yang dihuni oleh beraneka ragam tumbuhan dan hewan. Ciri khas dari hutan hujan tropis adalah memiliki curah hujan tinggi. Selain itu, tumbuhan yang hidup di hutan hujan tropis adalah didominasi oleh rerumputan, tanaman kecil, tanaman berbatang besar dan menjulang tinggi serta rempah.

Hutan Musim

Hutan musim adalah kawasan hutan yang memiliki satu jenis tanaman. Hutan musim tersebar di beberapa wilayah, seperti Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Pepohonan yang tumbuh berkembang di hutan musim antara lain pohon pinus, jati dan karet.

Hutan Bakau

Hutan bakau adalah jenis hutan yang berada di daerah tepian pantai dan rawa. Karena Indonesia termasuk negara kepulauan, maka tidak heran apabila Indonesia memiliki hutan bakau yang cukup luas.

Hutan Sabana

Hutan Sabana merupakan daerah hutan yang ditumbuhi oleh tanaman jenis rumput, semak belukar dan ilalang. Ciri khas dari hutan sabana adalah curah hujan yang rendah.

Hutan Stepa

Hutan stepa adalah kawasan hutan dengan bentuk padang rumput yang luas. Hutan ini dimana tidak ditumbuhi oleh semak belukar dan pohon yang memiliki batang besar.

Hutan Rawa Gambut

Hutan rawa gambut adalah kawasan hutan yang digenangi air atau rawa dimana lapisan tanah di hutan ini adalah tanah gambut. Contoh tanaman hutan rawa gambut adalah pohon ranim.

Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari mengelola berbagai jenis hutan tersebut. Namun dalam praktek pengelolaannya, kebanyakan manusia selalu mengabaikan kelestarian lingkungan.

Manusia selalu mengedepankan keuntungan ekonomi yang dapat diperoleh dari pemanfaatan hutan tanpa berpikir dampak ekologis yang akan terjadi. Hal itu didasari atas dasar serakah dan nafsu dimana akan menyebabkan kegiatan illegal logging, perambahan dan alih fungsi hutan. Akibat dari pola atau aktivitas yang tidak bertanggungjawab itu adalah bencana alam seperti banjir yang dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

Perbuatan merusak hutan digolongkan sebagai perbuatan maksiat, karena dapat menimbulkan mudarat yang besar bagi makhluk hidup yang lainnya. Dalam surat Al-Baqarah ayat 205, Allah SWT berfirman bahwa sebagai berikut:

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي ٱلۡأَرۡضِ لِيُفۡسِدَ فِيهَا وَيُهۡلِكَ ٱلۡحَرۡثَ وَٱلنَّسۡلَۚ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ ٱلۡفَسَادَ ٢٠٥

Artinya: “Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan” (QS. Al-Baqarah: 205)

Allah SWT telah memberikan kepercayaan kepada manusia untuk mengelola bumi (khalifah fil ardi) dan bukan kepada mahluk-Nya yang lain. Sehingga manusia harus mampu menjaga amanah tersebut dengan baik, bukan sebaliknya hingga menimbulkan kerusakan dimuka bumi.

Sebagai umat Rasulullah SAW, sudah seharusnya kita meneladani semua perilaku beliau. Karena Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk beragama Islam secara kaffah dengan cara berbuat baik kepada seluruh makhluk.

Islam merupakan rahmatan lil alamin, Islam tidak mengajarkan umat untuk berbuat kerusakan sekecil apapun, karena perbuatan sekecil dzarrah (biji sawi) tetap akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya.